25 Puisi Cinta Romantis Banget buat Pacar Tersayang

Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengungkapkan rasa sayang pada kekasih, misanya mengirimkan puisi cinta romantis. Setelah membacanya, mungkin hatinya akan berbunga-bunga.

Kalau kamu tak bisa membuat puisi romantis sendiri, jangan khawatir. Di sini kamu dapat menjumpai puluhan puisi cinta yang bisa dijadikan inspirasi, mulai dari yang singkat, pendek, hingga panjang pun ada.

Cerita cinta yang digambarkan dalam puisi-puisi cinta tersebut pun beragam. Ada yang mengisahkan penantian, rindu menggebu, kebahagiaan, dan sebagainya. Tinggal pilih saja yang paling mewakili kisah percintaanmu.

Well, sudah tak sabar ingin mengetahui kumpulan puisi cinta romantis yang dapat kamu jumpai di sini? Yuk, langsung saja simak uraian lengkapnya berikut! Mudah-mudahan ada banyak puisi cinta yang menarik hatimu, ya.

Puisi Romantis – Mencintaimu dengan Caraku

Puisi Cinta - Mencintaimu dengan Caraku
Puisi Romantis

Aku tidak akan berlebihan mencintai seseorang
Cinta seadanya, rindu seadanya, luka seadanya

Aku ingin mencintaimu dengan caraku
Dengan senyum-senyum kecil setiap mengingatmu
Dengan dingin sedingin salju yang buatmu membeku
Dengan permainan ingatan tentang lagu-lagumu

Aku ingin mencintaimu, hanya kamu

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis Banget – Karenamu

Aku tak bisa berhenti memikirkanmu entah sejak kapan
Aku tahu kamu ada, ya kan?
Kamu adalah kekesalanku lantaran aku selalu gagal menemukanmu
Kamu adalah rinduku yang diam-diam memelukku dari belakang
Karna kadang kamu senyata saat aku berhasil melihatmu
Senyata kamu saat menggodaku dan membuatku kesal
Senyata aku saat ini yang sedang bahagia karenamu

(Lilian)

Puisi Cinta Singkat – Aku Kamu

Cinta itu kamu, Kamu cinta itu
Aku cinta kamu, Kamu cinta aku
Aku dan kamu, Kamu dan aku
Aku kamu, Kamu aku
Hanya aku kamu, Cuma kamu aku
Aku aku aku
Cinta cinta cinta
Kamu kamu kamu

Aku mencintaimu!
Kamu mencintaiku!

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Ajari Aku Merindu

Aku bicara rindu
Ketika semua telah berlalu
Aku bicara rindu
Tapi bukan rindu menggebu
Hanya rindu semu
Tak tahu kemana berlabuh
Rindu…rindu…rindu…
Aku bertanya jua
Benarkah kau adanya? Adakah kau di nyata?
Ajari aku merindu
Membaca rasa di sela kalbu

Ajari aku merindu…

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Bicaralah

Bicaralah…
Sekali lagi ingin kueja gerak bibirmu
Tentang maumu, tentang maksudmu
Bicaralah…
Kupastikan itu kamu, suaramu
Apa yang harus kulakukan?
Kau hanya berdiam memandang
Bicaralah…
Takkan bisa lama aku memarahimu
Karena aku selalu tesenyum kala mengingatmu, mengingat kemarahanmu serta kenakalanmu
Bagaimana aku melanjutkan marahku?
Bodoh!

Oh, aku sudah tahu kenapa aku mencintaimu?
Dan jawabannya…
Ada pada hatimu sekarang
Lalu, apakah yang kau rasakan?
Itulah yang kurasakan

(Lilian)

Puisi Romantis – Cinta Secangkir Kopi

Puisi Cinta - Cinta Secangkir Kopi
Puisi Romantis

Hey…
Kemarin kamu lupa atau sengaja?
Aku kedinginan, percikan hujan nakal menjilat tubuhku
Kamu ingat, kan? Aku menunggu kamu
Habis sudah bercangkir-cangkir kopi kuteguk
Kamu tak kunjung berkunjung

Sampai cangkir menutup malam, menutup penantian
Namun sialnya,
Mataku tak mau terpejam
Hah! Insomnia lagi!
Memikirkanmu kembali.

Inikah yang dinamakan cinta secangkir kopi?
Kureguk pahit, manis gula tertutup olehnya
Hitam, pekat.

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Lucu

“Cinta itu lucu,“ katakaku
Hari ini aku bilang cinta itu lucu
Besok? Tak tahu, Entahlah…

Cinta itu lucu,
Tak kenal waktu, usiamu
Malu-malu tapi mau
Pendendam jadi penyayang
Preman jadi keibuan

Kata mereka
Aku seperti preman, bukan perempuan
Ah!
Terserah kalian
Preman juga makhluk Tuhan

Cinta itu lucu
Bergerilyawan bak di medan perang
Tapi bukan pejuang perang
Melainkan…
Pejuang cinta

Cinta itu lucu, kan?

(Lilian)

Puisi Cinta – Negeri Nyata

Kau menungguku di salah satu peron stasiun kereta api itu
Yang setahuku aku tak pernah berjanji untuk menemuimu
Mungkin kau salah dengar
Aku menunggumu di stasiun lain
Tak apalah, pikirku
Setahuku kereta ini akan lewat juga ke tempatmu
Semoga kau menaikinya

Uhh!
Terlalu sesak ruang maya ini untukku
Kau pun mengerti
Lalu kita putuskan beralih saat sampai ke stasiun berikutnya
Negeri kemudian adalah pilihannya

Ahh!
Terlalu banyak orang di gerbong ini, aku sulit bernafas
Kau tersenyum lagi
Aku ingin turun dan pergi
Kita membeli tiket lagi, sedikit mahal sih
Tapi kita senang,
Walau jauh, perjalanan sangat menyenangkan
Sepi namun damai…

Bukan itu saja
Karena negeri nyata adalah tujuan berikutnya.

(Lilian)

Puisi Romantis – Baiklah

Baiklah…
Sepertinya aku memang menyukaimu
Aku tidak pernah meminta kau selalu hadir
Bukan hadir yang itu
Melainkan di pikiranku

Kau bertanya apakah cinta sejati itu ada?
Aku tak berani menjawab
Malah aku balik bertanya, “Apakah kondisi kita parah?”
Kau diam
Aku menangis

Aku tidak pernah dengan siapa-siapa sejak saat itu
Dan kamu tidak perlu menjadi sesinting aku
Toh, rasa ini cuma titipan
Siapa pun berhak memberikannya untuk siapa
Sebelum diambil oleh Yang Punya

(Lilian)

Puisi Romantis – Masih

Harus kutafsirkan apa lagi getaran rasa berulang kali
Pada masa tidak cukup satu detik atau dua detik
Memakan hari berkumpul menjadi suatu rasa bernama rindu
Dia diutus cinta untuk memanggilmu…atau memanggilku
Berupa bisikan-bisikan magis
Saat melangkah karenanya aku terhenti
Mereka berkompromi bersama ingatan untuk memunculkan kenangan
Ada suara, cerita kita juga senyum yang tak terlupakan
Meramu, merangkum, dan semuanya bermuara hanya pada satu: kamu

Sudah kucoba untuk melupakan kamu, Sayang
Rasa sakit kita lebih baik diakhiri saja
Karena mencintaimu mengantarkanku pada utopia
Kisah kita memang sempurna, baru berhenti pada angan semata
Terlampau jauh aku mengejarmu untuk kurengkuh
Sedang kau berada di kerumunan
Belum sempat kulihat kau telah menghilang
Bersama cahaya yang mengantarkanmu
Terlalu silau, hingga aku benar-benar tak bisa melihatmu

Dan akhirnya melupakan hanya sebuah gertakan
Jauh di sana aku masih menyukaimu
Sambil sesekali aku siaga
Bahwa kau bukan milikku saja

(Lilian)

Puisi Cinta – Berbisik

Puisi Cinta - Kenapa Harus Aku
Puisi Cinta

Berbisik,
Kepada tuan pembawa aroma bunga cerita
Aku bukan nona-nona nun jauh sana
Kenapa masih kau rangkai sajak?
Cerita tentang penantian, pencarian
Jujur, aku suka

Dan aku bukan penulis lagi
Dan aku bukan penyair lagi
Mengapa masih bernyanyi?

Aku lelah bermain rima menelan irama
Kata-kata tak tersusun berceceran di lantai dansa
Syaraf mengendur luntur mematikan indera
Maaf, tak pernah datang hadiri pesta

Lirih,
Kenapa harus aku nona yang kau cinta?
Bukankah masih banyak yang menunggumu di sana?
Kenapa masih malu-malu bersembunyi di balik pintu?
Aku dibelakangmu, memandangi punggungmu
Menyukaimu.

Aku.
Si nona hilang hasrat cinta, cemburu memburu
Bisakah kau kembalikan itu?

Ah, tak usahlah pikirkan itu!
Selamat tidur…

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Cinta Sejati

Aku pernah mendengar sebuah cerita dongeng dari zaman dahulu
Dahulu kala, ada seorang putri cantik teridur lelap
Ia tertidur sangat lama sekali karena penyihir telah menjebak dan meracuni tubuhnya
Ia tak juga bangun, ia hampir mati
Lalu,
Pangeran berkuda putih datang membawa harapan untuknya
Ia rela berperang melawan penyihir demi menyelamatkan sang putri

Dengan kisah sama seperti dongeng lainnya,
Sang pangeran mencium sang putri
Terbangunlah ia,
Ia tersenyum dan bertanya,

“Engkaukah cinta sejatiku?”

(Lilian)

Puisi Cinta Sedih – Andai

Andaikan perasaan ini memang nyata
Takkan kubiarkan sedetik pun mengabaikannya
Menjaganya penuh kesetiaan adalah sebuah kebahagiaan
Bahagia tak boleh seorang pun melukainya

Namun, apalah daya
Aku bisa menjaga tanpa mempu melihatnya
Aku mampu merasa tanpa bisa mengetahuinya

Andai ini benar-benar nyata…
Mungkin aku akan takut mengakuinya
Karena dia begitu berharga sampai aku tak berani menyentuhnya
Takut tanpa sengaja pecahkan atau perihkan

Ataukah akan kutemui ruang bahagia?
Yang tak terbayangkan sebelumnya…

Andai ini benar-benar nyata…
Aku masih takut menghadapinya…

(Lilian)

Puisi Cinta – Indigo

Ada seorang indigo telah jatuh cinta
Jatuh cinta pada lelaki tak kentara
Ada indigo sedang asyik membaca
Lelakinya ternyata masih mengingat duka, dilema, sedikit tak percaya
Ada indigo selalu merasa tak sempurna
Lelaki datang menyempurnakan hidupnya

“Ada gadis sedang jatuh cinta pada lelaki indigo”
“Ada lelaki sedang jatuh cinta pada gadis indigo”

Terasa sulit.
Cinta saling membaca, meraba, meluka…
Cinta indigo.

(Lilian)

Puisi Cinta Singkat – Keajaiban

Bersatunya kita adalah sebuah keajaiban
Kelak aku akan menjadikannya bagian dari kenangan
Akan kuceritakan kisahnya: aku dan kamu
Yang tak sempat kuungkapkan

Ini sungguh menyakitkan
Karena menjadi bagian dari penderitaan yang tersimpan
Lagi,
Bersatunya kita adalah sebuah keajaiban

(Lilian)

Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati – Menunggumu

Puisi Cinta - Mereguk Secangkir Kopi
Puisi Cinta Pendek

Aku ingin mencintaimu seperti mereguk secangkir kopi
Manis pahit beradu di lidah cinta kita
Meski ada racun kafein di dalamnya
Aku tetap ingin mereguknya bersamamu

Aku mencintaimu,
Kutahu kopi tak baik untukku dan kamu
Padahal sebelumnya aku juga membenci jenis minuman itu

Aku mencintaimu,
Maukah kamu menemuiku di kedai kopi jam lima nanti ?
Aku menunggumu,

(Lilian)

Puisi Romantis – Bulan dan Bintang

Tuhan menciptakan bulan dan bintang
Sinar bintang temani cahaya bulan
Bintang datang, bulan riang
Malam buat bulan dan bintang bersama

Jika bintang jatuh, bulan muram tertutup awan
Bintang hilang, bulan ikut tak datang

Bulan selalu setia pada bintang
Dikala purnama, bintang terpana melihatnya
Bintang mencoba membalas
Dengan senyum lebar, terpancar dari sinarnya

Bulan itu aku
Aku hanya untuk bintang
Bintang terang untuk bulan

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Sampai Kapan

Sampai kapan aku akan mengerti apa yang tersimpan di dalam keranjang-keranjang cinta kita
Kamu,
Sebegitu istimewakah sehingga tak mampu tinggalkanmu walau sejenak
Kamu,
Padahal bisa saja sewaktu-waktu mencampakkanku tanpa meninggalkan jejak
Kamu,
Selalu membisu dan bagaimana aku bisa berkata

Dan aku,
Selalu saja seperti orang bodoh yang kebingungan membawanya
Biar kuletakkan saja setiap rasa tertumpah
Lalu,
Kutunggu sampai musim-musim berikutnya
Sampai benar-benar ada…

(Lilian)

Puisi Cinta – Bodoh!

Sudah kubilang melulu
Jangan tunggu…jangan tunggu…
Terlalu lama kau disitu…terpaku…
Kejarlah harimu! Jangan menungguku!
Jangan siakan waktumu! Lakukan sepertiku!
Bodoh!
Ingin rasanya aku berlari, memukulmu
Dasar bodoh!

Sayang,
Wajahmu terlihat samar
Kehadiranmu sedikit kuragukan
Hanya getaran…getaran membingungkan
Karena,
Hanya aku rasakannya
Bodoh sekali aku!

Arrrrrgggggghhhhh!!!
Tapi aku mencintaimu!
Bodoh!

(Lilian)

Puisi Romantis – Aku Mencintaimu

Terus saja ingin bedeham malam ini
Selami…selami…selami…

Okey…
Mulai…

Sebenarnya aku menginginkanmu wanitaku
Sangat menginginkanmu
Mulutku kaku, lidahku kelu
Hendak kukatakan namun bisu membelenggu
Hari ini kutahan rinduku padamu
Hanya untuk memenuhi permintaanmu
Senangkah dirimu?

Malam ini,
Senyumku kukirim untukmu

Wanitaku,
Maafkan aku yang pemalu
Diam seribu kata saat melihatmu
Sungguh
Bukan maksudku tak ingin nyatakan itu
Aku tahu, kamu tahu
Sudah cukup bagiku

Wanitaku,
Aku mencintaimu
Kemarin, hari ini, esok, dan seterusnya

(Lilian)

Puisi Romantis – Hanya Untukmu

Puisi Cinta - Rinduku Menggebu saat Kau Tak di Sampingku
Puisi Romantis

Sudahlah…
Aku menyerah
Biarpun topengku memenuhi papan tulismu
Namun aku tetap satu
Lelakimu.
Selalu saja kau temukanku
Kemanapun nama baru membawaku
Semua hanya demi kamu,
Wanitaku

Dibalik cerita-cerita, di antara puisi cinta
Aku selalu berhasil merangkai kata, meramu bahasa cinta
Yang sebelumnya, asing melakukannya
Dan wajahmu….dan senyummu….
Selalu terbayang di benak kata
Menjadikannya indah dimata dunia
Melukis hari semakin bahagia
Melawati duka menjadi cinta
Lagi-lagi kau datang…lagi-lagi kau datang…
Malam pun semakin membayang
Aku pun semakin sayang

Ketahuilah,
Rinduku menggebu saat kau tak di sampingku
Hanya puisimu menjadi obat terakhirku
Sayangnya kamu belum sempat menjadi milikku,
Wanitaku

Kamu bilang, aku ini pemarah!
Jarang tersenyum terkadang hilang arah
Malam ini,
Kan kubingkaikan senyum terindahku
Dariku,
Hanya untukmu
Dewi malamku.

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Semu

Mungkin kini aku tahu apa yang kau maksud cinta tersembunyi
Selama masih bisa menikmati malam-malam ini
Sebelum aku tak bisa temani dan pergi lagi
Sejenak ingin kurasakan cinta ini
Aku ingin rasakan menjadimu
Menyusuri cinta sunyi sembunyi

Sesungguhnya jika engkau mengijinkan aku ingin mencintai setiap detail-detailmu
Tentang apa warna bola matamu, tentang rambut ikalmu
Oiya,
Apa warna kesukaanmu? Makanan kesukaanmu?
Akan kupotret setiap sudut-sudut ruangmu
Aku yang masih penasaran dengan segala tentangmu
Aku yang hanya bisa mengira -ngira keinginanmu
Juga setiap kesedihanmu yang ingin kuhapus
Mampukah aku?

Meskipun kita bukan makhluk sempurna
Bisakah aku mencintaimu secara sempurna?
Mengetahui setiap lika-likumu
Mencatat segala nada-nada hidupmu

Semu,
Bolehkah aku berkenalan denganmu?
Ah, aku yang pemalu selalu ingin mengurungkan niatku itu
Biarlah begini,
Sampai benar-benar bukan mimpi

(Lilian)

Puisi Cinta Panjang – Pertama

Dengan puisi aku memahamimu
Lewat lirik kita bertemu
Bersama rintik aku titipkan rindu
Menggelitik, mengusik langkahku

Aku menoleh,
Adakah kau masih di sana?
Tersenyum membawa setangkai rindu
Kamu datang aku makin sayang
Kamu pergi aku menangis mencari

Cinta…
Kapan kita menemukan ujungnya?
Sebelum aku salah langkah, sebelum kukira kamu melangkah
Meninggalkan aku sendirian

Cinta,
Terimakasih, sudah setia mencintaiku
Kaulah pertama yang sulit terlupakan

Kala aku jatuh cinta…
Menjadi sesak ketika aku terjebak di ruang rindu
Bahagia namun sakit

Hei, pangeran bertopeng kata
Bisakah kau berhenti sejenak?
Bolehkah aku sedikit menyibak?
Di balik topeng dan melihat wajahmu
Agar aku tahu siapa pangeran yang kerap mengusik tidurku
Agar aku yakin lantas rinduku mampu berlabuh
Tepat hanya untukmu

(Lilian)

Puisi Romantis – Separuh Jiwa

Dua minggu kan kutinggalkan separuh jiwa
Akankah ia akan tetap betahan meski tinggail setengah saja?
Separuh jiwa, aku pergi sementara…
Arungi lautan penantian dengan ketenanagan
Tunggu aku, ya?
Aku pasti pulang membawa kabar gembira
Tentang bersatunya dua jiwa yang berlainan arah namun sejalan

Aku, kamu.

(Lilian)

Puisi Cinta Romantis – Pulanglah

Akan kujadikan hatiku sebagai rumah terindahmu
Pulanglah sayang,
Ketika kamu lelah atau seseorang buatmu pasrah tak berarah
Sayang,
Cepat pulang, ya?
Akan kutunggu kau sembari kusiapkan menu makan malam kesukaanmu
Dengan sepiring senyum kusambut kau saat kubukakan pintu malam itu
Segelas peluk cium dariku biar kau teguk sembari membelai rambut panjangku
Tak lupa hidangan penutup untuk menutup malam penuh rindu

” Sayang, aku ingin mendekapmu sampai napasku bisa kau rasakan hingga urat nadimu.”

(Lilian)

Baca juga: 25+ Puisi Chairil Anwar yang Melegenda dan Menginspirasi

Manakah Puisi Cinta yang Menurutmu Paling Romantis?

Bagaimana? Apakah kumpulan puisi cinta sejati di atas berhasil memberimu inspirasi? Kira-kira, contoh puisi cinta manakah yang menurutmu paling romantis? Langsung kirimkan saja ke kekasihmu.

Tak hanya dikirim ke pacar, kamu juga dapat menjadikan puisi-puisi tersebut sebagai status di media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Siapa tahu banyak followers-mu yang menyukainya.

Selain puisi cinta romantis untuk pacar tersayang, di sini kamu juga bisa menyimak artikel-artikel lain yang tak kalah menarik. Ada info tentang kecantikan, kumpulan contoh CV lamaran kerja, biodata artis, ulasan lirik lagu, dan masih banyak lagi. Yuk, dibaca sekarang juga!

NuraMagz